Cara Melakukan Domain Backorder: Langkah demi Langkah

Pernah menemukan nama domain keren, tapi ternyata sudah dimiliki orang lain? Tenang, belum tentu tamat. Kamu masih punya harapan lewat proses yang namanya domain backorder.

Yuk, kita bahas cara melakukan domain backorder secara lengkap dan mudah dipahami, dari awal sampai akhir!

1. Cek Status Domain Terlebih Dahulu

Sebelum buru-buru melakukan backorder, kamu perlu tahu dulu status domain yang kamu incar. Bisa jadi domain tersebut masih aktif dan diperpanjang otomatis oleh pemiliknya. Nah, untuk mengeceknya, kamu bisa gunakan:

  • WHOIS Lookup: Lihat informasi pemilik dan kapan domain akan expired.

    • Contoh tools:

      • whois.com
      • ICANN Lookup
      • DomainTools

Cek tanggal "Registry Expiry Date". Biasanya domain bisa diambil kembali jika tidak diperpanjang setelah masa grace period (umumnya 30-75 hari).

2. Pilih Tools atau Website Backorder

Kalau sudah tahu domain akan segera expired atau masa pending delete, saatnya pilih platform untuk melakukan backorder.

Beberapa layanan populer untuk domain backorder:

  • NameJet - Fokus pada domain premium dan bekas lelang.

  • Dynadot - Cocok buat pemula, UI simpel, dan biaya backorder transparan.

  • GoDaddy Auctions - Salah satu yang paling banyak dipakai, banyak pilihan domain expired.

  • SnapNames - Memiliki jaringan mitra registrar besar.

  • DropCatch - Jago “menangkap” domain yang benar-benar baru expire.

  • BuyCloud - Pilihan lokal dengan sistem backorder domain. Praktis dan mendukung pembayaran rupiah!

Setiap platform punya sistem dan biaya berbeda. Beberapa minta kamu bayar di awal, beberapa hanya jika kamu berhasil mendapatkan domain-nya.

3. Tips Memilih Domain yang Layak di-Backorder

Nggak semua domain layak di-backorder, lho. Ini beberapa tips untuk bantu kamu memilih domain yang potensial:

  • Pilih nama pendek, mudah diingat, Semakin simpel dan mudah dieja, makin tinggi nilainya.

  • Cek histori domain (archive & backlink), Pastikan domain tidak punya reputasi buruk. Gunakan tools seperti: Wayback Machine untuk lihat isi situs lama, Ahrefs atau SEMRush untuk cek backlink

  • Perhatikan ekstensi (TLD), .com masih jadi primadona. Tapi kalau kamu punya niche tertentu, ekstensi seperti .co, .io, atau .id juga bisa jadi pilihan.

  • Lihat potensi brandable-nya, Apakah nama domain cocok dijadikan merek? Ini penting kalau kamu mau mengembangkannya menjadi startup atau bisnis online.

4. Kapan Waktu Terbaik Melakukan Backorder?

Timing itu krusial. Setelah domain expired, biasanya ada beberapa fase sebelum benar-benar bisa direbut kembali:

  1. Expired (0-45 hari): Pemilik masih bisa memperpanjang.

  2. Redemption Period (30 hari): Masih bisa ditebus, tapi dikenakan biaya lebih mahal.

  3. Pending Delete (5 hari): Domain akan dihapus dan bisa direbut.

  4. Available: Nah, ini saat kamu bisa ambil kalau cepat dan beruntung!

Waktu terbaik untuk backorder? Saat domain masuk ke fase Pending Delete. Tapi idealnya, kamu sudah submit backorder jauh-jauh hari sebelumnya.

Penutup

Domain backorder bisa jadi jalan ninja buat mendapatkan nama domain yang kamu inginkan. Dengan strategi yang tepat dan sedikit kesabaran, kamu bisa mendapatkan domain impian bahkan yang dulunya sudah dipakai orang lain.

Kalau kamu punya target domain, jangan tunda. Cek sekarang dan mulai siapkan backorder-nya!