Perbedaan Backorder Domain di Registrar Lokal vs Internasional

Mengapa Backorder Domain Menarik?

Backorder domain adalah layanan untuk memesan domain yang sedang tidak aktif atau menunggu kadaluarsa, agar bisa dimiliki segera setelah dilepas oleh pemilik sebelumnya. Banyak pebisnis digital, investor domain, hingga blogger pribadi memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan nama domain strategis. Namun, ada perbedaan signifikan antara registrar lokal dan registrar internasional dalam hal cara kerja dan keunggulan layanan backorder.

Perbedaan Utama Registrar Lokal vs Internasional

1. Cakupan Ekstensi Domain

  • Registrar Lokal: fokus pada domain dengan ekstensi ccTLD (country code top-level domain), seperti .id di Indonesia. Mereka biasanya punya akses langsung ke PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), sehingga peluang mendapatkan domain .id lebih tinggi.

  • Registrar Internasional: lebih kuat di ekstensi global seperti .com, .net, .org, dan ratusan gTLD lain. Infrastruktur mereka luas dan terintegrasi dengan banyak registry di dunia.

2. Teknologi dan Infrastruktur

  • Registrar Lokal: umumnya memiliki server terbatas untuk domain tertentu, tetapi memiliki koneksi langsung ke registry lokal sehingga lebih cepat untuk domain ccTLD.

  • Registrar Internasional: memiliki drop catching system yang lebih canggih dengan ribuan koneksi API ke berbagai registrar. Hal ini membuat mereka unggul dalam persaingan merebut domain populer global.

3. Biaya Backorder

  • Registrar Lokal: harga lebih transparan dan biasanya terjangkau, khususnya untuk domain .id. Namun, pilihan domain yang bisa di-backorder terbatas.

  • Registrar Internasional: harga lebih bervariasi, ada yang murah untuk domain kurang populer, tetapi bisa sangat mahal untuk domain premium. Beberapa bahkan menggunakan sistem lelang internal jika ada banyak peminat.

4. Proses Persaingan

  • Registrar Lokal: kompetisi backorder masih relatif rendah, sehingga peluang lebih besar untuk menang jika domain memang dilepas.

  • Registrar Internasional: persaingan sangat ketat, terutama untuk ekstensi global populer. Peluang menang bergantung pada kekuatan sistem backorder dan jumlah pesaing.

5. Kebijakan dan Regulasi

  • Registrar Lokal: mengikuti aturan lokal, misalnya untuk domain .id perlu dokumen resmi seperti KTP atau akta perusahaan.

  • Registrar Internasional: regulasi lebih fleksibel, cukup dengan data kontak standar untuk pendaftaran domain.

Mana yang Lebih Baik?

  • Jika target Anda adalah domain lokal seperti .id, menggunakan registrar lokal jelas lebih efektif.

  • Jika Anda mengincar domain global populer (.com, .net, .org, dll.), registrar internasional dengan sistem drop catching besar adalah pilihan terbaik.

Idealnya, pebisnis digital bisa memanfaatkan keduanya sesuai kebutuhan—registrar lokal untuk dominasi pasar nasional, dan registrar internasional untuk branding global.

Kesimpulan

 

Perbedaan utama backorder domain di registrar lokal dan internasional terletak pada cakupan domain, infrastruktur, biaya, tingkat persaingan, serta regulasi. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa memilih strategi backorder yang paling sesuai dengan tujuan bisnis dan target pasar.