Apa Itu Domain Backorder? Panduan Lengkap untuk Pemula

Pernah nggak kamu menemukan nama domain yang keren, tapi saat dicek... eh, ternyata sudah dimiliki orang lain? Padahal kamu sudah kepikiran buat pakai nama itu untuk website atau bisnis online. Nah, di sinilah domain backorder bisa jadi solusi.

Artikel ini akan membahas dengan bahasa santai dan mudah dimengerti tentang apa itu domain backorder, kenapa orang melakukannya, apa bedanya dengan lelang domain, dan contoh nyata supaya kamu makin paham.

Apa Itu Domain Backorder?

Domain backorder adalah layanan yang memungkinkan kamu memesan nama domain yang saat ini sudah dimiliki orang lain, dengan harapan bisa mendapatkannya begitu domain itu kedaluwarsa atau tidak diperpanjang oleh pemiliknya.

Bayangkan kamu naksir sebuah rumah yang sudah ditempati orang lain. Kamu bilang ke agen properti, “Kalau rumah itu kosong, kabari saya duluan ya.” Nah, konsepnya mirip. Kamu "nunjuk tangan" duluan buat punya kesempatan pertama ketika domain itu tersedia lagi.

Kenapa Orang Melakukan Backorder?

Ada beberapa alasan kenapa orang melakukan domain backorder:

  1. Nama domain yang diinginkan sangat bagus atau brandable.
    Contoh: kata-kata pendek, mudah diingat, atau cocok dengan nama brand kamu.

  2. SEO dan traffic.
    Beberapa domain bekas masih punya backlink dan peringkat di Google. Ini bisa bantu website baru kamu cepat naik di pencarian.

  3. Melindungi brand.
    Kamu mungkin ingin amankan nama domain varian dari brand kamu (misalnya .com, .id, .net) supaya nggak dipakai orang lain.

  4. Investasi.
    Ada juga yang backorder domain buat dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Apa Bedanya Domain Backorder dengan Lelang Domain?

Walau mirip tujuannya — sama-sama buat mendapatkan domain yang sudah dimiliki orang lain — mekanismenya beda:

Backorder Lelang Domain
Kamu “antri” duluan, berharap dapat domain saat tersedia Domain-nya sudah dilepas, lalu orang-orang menawar harganya
Biasanya biaya lebih murah di awal Bisa mahal tergantung jumlah penawar
Tidak selalu berhasil (kalau banyak peminat lain) Jelas siapa yang menang, yaitu penawar tertinggi

Kadang-kadang, domain yang kamu incar juga masuk ke tahap lelang kalau banyak orang yang mengincarnya. Jadi, prosesnya bisa bergeser dari backorder ke lelang.

Contoh Kasus Sederhana

Misalnya kamu pengin domain kopisantai.com, tapi sudah dimiliki orang sejak 2019. Kamu pantau domain itu dan tahu masa aktifnya bakal habis bulan depan. Kamu lalu pakai layanan backorder dari penyedia seperti Name.com, GoDaddy, atau Dynadot.

Kalau pemilik lama nggak memperpanjang domain tersebut, sistem akan langsung mencoba mendaftarkan domain itu atas nama kamu. Kalau cuma kamu yang backorder, kemungkinan besar kamu dapat. Tapi kalau ada orang lain juga yang backorder, bisa jadi masuk lelang.

Penutup

Domain backorder adalah cara pintar buat mendapatkan domain impian yang sedang “tidur”. Walaupun nggak selalu berhasil, setidaknya kamu punya kesempatan lebih besar daripada cuma berharap domain itu tiba-tiba tersedia.

Kalau kamu punya nama domain incaran, jangan cuma menunggu. Coba cek layanan backorder dari penyedia domain terpercaya, dan siap-siap kalau sewaktu-waktu domain itu lepas kamu yang pertama ambil!